Waspadalah..!!! Kasus DBD Naik

Kota Malang - Hingga akhir September lalu, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota Malang tercatat sebanyak 600 kasus. Tahun lalu, pada periode yang sama tercatat 500 kasus. Dari kondisi ini semua masyarakat diminta waspada dan mawas diri.

Seperti selalu menjaga kesehatan lingkungan, mengantisipasi apabila ada genangan air dan apabila terdeteksi ada gejala, misalnya demam tinggi dan ada bintik merah bekas gigitan nyamuk maka segera ke fasilitas kesehatan, yaitu puskesmas atau ke rumah sakit tersedkat.


Beberapa hal itu yang disampaikan kepala bidang pencegahan dan pengendalian, Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, Sabtu (5/10). Hingga saat ini, kata dia, pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan antisipasi DBD ini.

Baca Juga
"Apabila ada anggota keluarga yang mengalami gejala terjangkiti DBD, jangan mengobati sendiri dengan membeli obat yang tanpa dengan resep dokter karena akan berdampak tidak baik. Akan terjadi kekebalan, apalagi minum antibiotik tanpa resep dokter dan tidak dihabiskan," imbuhnya.

Lebih lanjut Meifta mengatakan, hal itu akan menyebabkan kekebalan tubuh, sehingga dengan penyakit yang seharusnya dia bisa sembuh, karena dia kebal atau resisten, jadi tidak mempan lagi. Fenomena ini yang harus diwaspadai untuk jangka waktu kedeoannya.

Selain itu, terang dia, pihaknya juga membagikan Abate atau zat kimia kepada masyarakat untuk membunuh jentik nyamuk di tempat penampunyan air. "Penggunaan Abate inipun harus  sesuai aturan agar efektif, yaitu 10 gram atau satu sendok makan untuk 100 liter air," ungkapnya.

"Meski menggunakan Abate, namun menjaga kebersihan lingkungan akan lebih efektif untuk mencegah DBD. Misalnya menguras bak mandi minimal 1 kali dalam seminggu dan mengenali gejala yang mungkin ada," pungkas Meifta.(asa)

Post a Comment

0 Comments