Kota Malang - Bersama sejumlah pihak, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) kota Malang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Senin (7/10). Bazar yang digelar di lapangan kelurahan Kedungkandang ini juga melibatkan perum Bulog, Perumda Tunas, distributor bahan pangan dan Bank Indonesia Malang.
Sekretaris Kepala Dispangtan kota Malang, Kuncahyani mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan atau sembako masyarakat. Khusuusnya dari keluarga kurang mampu, dengan harga murah apabila dibanding harga di pasaran namun tetap berkualitas.
Selain itu, kata perempuan berhijab itu, hal ini juga untuk mendongkrak daya beli masyarakat akibat terjadi deflasi sebesar 0,14 persen. Menurutnya, saat terjadi deflasi serta secara umum harga-harga kebutuhan turun dan nilai uang bertambah.
"Namun di kondisi tersebut uang yang beredar di masyarakat menurun atau sedikit. Sehingga saya beli masyarakat juga rendah, sedangkan pangan menjadi kebutuhan setiap hari,' imbuhnya.
Menyikapi situasi tersebut, kata Kuncahyani, juga harus ada langkah strategis bersama, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah dengan mengembangkan segala potensi pertanian lokal yang ada.
Dengan demikian, lanjut dia, akan dapat mengurangi ketergantungan pada impor pangan serta memperkuat ekonomi lokal. "Oleh karenanya melalui kegiatan ini kami mengajak masyarakat untuk bersinergi membangun potensi pertanian pangan", sambungnya.
Dalam gerakan pangan murah ini, sejumlah komoditas dijual lebih murah, antara Rp 1000 hingga Rp 1.500, jika dibanding harga di pasaran. Seperti minyak goreng, dari harga Rp 16.500 dijual Rp 15.500. Beras kualitas premium 5 kilogram, dari harga Rp 70.000 dijual Rp 69.000. Gula pasir dari harga Rp 13.000 per kilogram dijual Rp 11.500.(asa)
0 Comments